The Story of 'Sang Rembulan' & 'Sang Bintang'
Amoora menunduk tatkala pasir putih nan halus yang menggelitik kaki, Hei...ternyata itu tidak buruk. Ditemani dengan suara bergemuruh ombak tepat di depan mata, burung - burung berkicau melantunkan syair merdu hingga mulai terlihatnya semburat kuning keemasan milik sang mentari di ufuk barat.
Gadis cantik itu beralih menatap samping kanannya terlihat rahang tegas nan memikat sepasang mata insan yang melihatnya milik sang pelakon dalam hidupnya, punggung tegap nan kokoh tempatnya selalu menumpahkan segala rasa yang ada yang akan selalu menemani hari-harinya hingga ia tak tahu lagi jalan pulang, maka lelaki itu akan selalu menuntunnya seolah ia seorang balita yang kehilangan ibunya di tengah keramaian.
Dia merasakannya, yaa...amoora merasakan betapa hangatnya perlakuan yang dia dapatkan dari lelaki itu, amoora menyukai segala hal tentangnya. Dia segalanya.
Disaat Amoora asik melihatnya ia menoleh dengan senyum indah terpatri di wajahnya yang membuat gadis itu kepalang kabut, seketika ia merasakan wajahnya memanas, semburat merah rona mulai menyebar ke seluruh wajahnya, tetapi dia tidak bisa berpaling.
Tatapannya... Amoora merasa dia tidak pernah melihat tatapan seperti itu sebelumnya, tatapan yang membuatnya tersihir agar tetap selalu melihat ke arah lelaki itu tanpa memalingkan kepalanya, tatapan yang selalu membuatnya terjerumus jatuh semakin dalam atas pesonanya.
Mata Amoora mulai menjelajah melihat setiap inci pahatan di wajahnya membuat gadis cantik itu semakin berdebar, ditambah oleh semburat cahaya hangat yang dipancarkan oleh sang mentari yang menimpa wajahnya dan juga kesiur angin yang menerbangkan beberapa helaian rambutnya. Lengkap sudah, wajahnya masih memanas Amoora sangat yakin kini sudah memerah sepenuhnya hahaha...
Cukup lama ia tatap wajah itu dengan senyum yang terpatri di wajahnya lalu dia palingkan tatapan kembali ke depan melihat betapa memesonanya pantai dan kuning keemasan milik cakrawala yang mulai berganti menjadi langit malam yang ditaburi gemintang yang bersinar terang juga kesiur angin malam menerpa tubuhnya.
Amoora menikmati ini, perjalanan jauh yang memakan waktu serta membuat tubuhnya remuk terbayar sudah dengan pemandangan yang tak akan bisa dijumpai di tempat lain, sang cakrawala yang menyihir mata membuatnya mengerti mengapa kebanyakan orang menyukai pantai, nyanyian burung nan menyejukkan hati, langit malam disertai sang rembulan dan gemintang yang bersinar terang cahayanya. Dan juga sang penakluk hati.
Sang rembulan yang pada akhirnya menemukan bintangnya yang akan selalu menemaninya dimana pun ia berada. Dimana ada rembulan maka di sisinya akan ada bintang yang selalu mengikutinya. Maka jika diibaratkan rembulan itu adalah Amoora dan bintang adalah lelaki itu sang pelakon dalam hidupnya.
Pasti kalian bertanya - tanya 'mengapa dia tidak memotret satu pun apa yang dia lihat?' karna sejatinya kenangan itu bukan hanya soal mengabadikan potret tetapi bagaimana kita bisa mengingat setiap potongan kejadian yang dialami yang akan selalu berputar di dalam benak tanpa menghilangkan sepotong kecil pun kenangan tersebut.
Amoora akan memeluk erat seluruhnya, seluruh kenangan yang saat ini sedang ia susun bagai puzzle indah nan bercahaya, saling menyatu dan mengikat satu sama lain hingga menjadikan sebuah kenangan yang utuh dan tidak akan pernah menghilangkan setiap bagiannya.
Amoora juga akan selalu mengingat segala keindahan yang dia lihat, seluruh kenangan yang dia buat dengannya 'Sang Bintang'



woww tati lugowoo niee💅🏻💅🏻
BalasHapusHarus tetap slayy💅🏻💅🏻
HapusKerenn punya muu
BalasHapusMAKASIHH🙇🙇
Hapuskeren banget tatii
BalasHapusbaguss tatiii
BalasHapusWahh, keren bangett tati
BalasHapusBintang mana bintang
BalasHapus