Today is our day!!


Pagi cerah menyinari kota Jakarta dengan kicauan burung-burung yang terbang hilir mudik saling menyapa sesamanya. Hari ini adalah hari yang istimewa, karena Amoora akan melepas jabatannya sebagai seorang mahasiswa alias hari ini dia akan di wisuda setelah melewati berbagai rintangan sebagai seorang mahasiswa. 

Tentu semua yang Amoora lalui itu tidak mudah pasti banyak saja halangannya yaa salah satunya masalah skripsi, yang harus diulang lah karena tidak sesuai atau yang harus di revisi, pokoknya banyaklah masalahnya. Tapi pada akhirnya dia berhasil melewati nya dengan sidang yang berjalan lancar hingga tepat hari ini gadis itu melaksanakan kelulusan. 

Kalau kalian bertanya apa 'dia' juga satu kampus dengan Amoora? Tentu, lelaki itu satu kampus dengannya tetapi hanya berbeda fakultas. Hari ini juga harinya dia untuk melaksanakan kelulusan.

Setelah melalui upacara kelulusan yang memakan waktu sekitar 3 jam lamanya cukup menguras tenaga. Tepat pukul 12.05 upacara selesai dilaksanakan. Seluruh wisudawan dan tamu undangan berhamburan ke luar gedung pertemuan untuk berfoto ria. Ada yang dengan keluarganya, dengan sahabatnya, dengan kekasihnya, bahkan dengan kucing liar yang berada di sekitar area kampus.

Suasana di luar gedung pertemuan itu sangat membahagiakan dan mengharukan. Wajah-wajah bahagia terpampang di seluruh penjuru lapangan, semua orang menunjukkan rasa bahagianya dengan cara yang berbeda.

Disinilah Amoora sekarang, sedang mengabadikan foto bersama Zetta dan Kaivan, keluarga dan tentu tidak lupa bersama seseorang yang selama ini selalu menemaninya di saat ia membutuhkan sandaran.

"Setelah ini ikut saya yuk" bisiknya pada Amoora

"Mau kemana emang?" Tanya gadis itu penasaran.

"Ada lah, nanti saya mintai izin ke orang tuamu" jawabnya.

Disaat dia meminta izin kepada orang tua gadis cantik ini, Amoora masih lanjut berfoto dengan teman-temannya. Dia melihat Amoora dari kejauhan menunggu gadis itu selesai berfoto dengan Zetta dan Kaivan yang dari tadi emang ribet menentukan pose yang bagus. Ketika menyadari ada yang melihatnya dari kejauhan, ia palingkan wajahnya, ternyata lelaki itu sudah menunggu di situ sedari tadi, segera Amoora berpamitan kepada teman-temannya.

"Mau sekarang aja?" Tanya Amoora.

"Kalau kamu udah, boleh, sekarang" jawabnya.

Amoora lantas melihat ke arah teman-temannya, seakan mengerti keduanya langsung mengangguk mempersilahkan Amoora pergi lebih dulu.

Segera Amoora merapikan barang-barangnya dan berjalan ke arah parkiran menyetarai langkahnya dengan lelaki tersebut.

Lelaki itu segera mengeluarkan kunci mobil.
"Udah izin gak tadi?" Tanya gadis itu memastikan.

"Udah, saya tadi bilang pulangnya sebelum jam 9 malam, jadi orang tua kamu pulang duluan" jelasnya.

Setelah mobil dinyalakan lelaki itu langsung tancap gas entah membawa Amoora kemana kali ini.
Langit seakan memberi restu untuk kebahagiaan keduanya. Matahari siang ini tidak begitu terik, namun awan juga tak menunjukkan tanda mendung. Cuaca yang sangat, sangat, sangat baik! Dengan suasana hati yang baik pula, menjadikan momen ini semakin luar biasa.

Amoora beralih hendak memutar lagu. Ia asik memilih-milih lagu yang ada di layar putar.

"Dengerin apa kita bagusnya yaa?" Celetuk gadis itu.

"Dengerin lagu-lagunya H.E.R aja, saya udah banyak dengar lagunya" ucapnya yang membuat Amoora terkejut bukan main. Soalnya Amoora ini suka banget sama lagunya H.E.R jadi ketika ada yang suka sama lagunya dia bakalan semangat banget.

"OKE! Lagu best part dulu yaa soalnya lagunya enak banget" Ucap gadis itu bersemangat.

Terdengar musik yang sedang mengalun dengan volume yang agak dibesarkan itu berasa sedang ada di konser tapi gak heboh banget juga.

"Emang ini kita mau kemana?" Tanya gadis itu masih penasaran.

"Gak ada tujuan" jawab lelaki itu seadanya.

"LAHH?!?!?? Terus ini kita jalan-jalan tanpa tujuan aja gitu?" Amoora bertanya bingung.

"Iya Amooraaa, cause today is our day!" jawabnya gemas.

" Wkwkwk, ehh eh udah mau masuk reff, ayok nyanyi!!" Amoora tidak bisa menyembunyikan semangatnya.

"You're the coffee that I need in the morning" Amoora tidak menyangka ternyata lelaki disampingnya ini ikut bernyanyi.
"You're my sunshine in the rain when it's pouring" lelaki itu menoleh menatap tepat di iris mata sang gadis.
"Won't you give yourself to me Give it all, oh" ia kembali menatap lurus ke depan fokus mengendarai. Padahal di dalam hati sang gadis sekarang sedang berdisko ria karena habis disenyumin, yaa siapa sih yang gak suka ketika di tatap seperti itu oleh seseorang yang di sukai.

Amoora terkekeh tidak menyangka bahwa lelaki disampingnya tahu lagu ini.

"KAMU TAU LAGUNYA?" tanyanya sambil meninggikan suaranya agar terdengar bersama suara musik yang kencang.

"TAU SOALNYA SAYA SERING DENGERIN PLAYLIST YANG KAMU KASIH KE SAYA" jawabnya tak kalah keras karna emang Amoora menyetel lagunya terlalu keras jadi kalo ngomong harus teriak.

Amoora yang mendengar jawaban dari lelaki itu pun tertawa kencang, ternyata lelaki itu mendengarkan playlist random yang pernah ia buat karna emang dia lagi gabut aja jadi isi playlisnya asal-asalan.

Selama 2 jam ke depan mereka habiskan waktu mereka di dalam mobil, mendengarkan musik sesekali bertukar cerita, lalu berhenti di sebuah supermarket membeli jajanan untuk menemani mereka selama di mobil.

Detik berganti menit, menit berganti jam. Tidak terasa langit sudah gelap matahari yang bersinar cerah tadi sudah berganti dengan rembulan yang bersinar terang di langit gelap. Saking bersemangatnya Amoora sekarang mulai kelelahan ia hampir terlelap tapi suara berat dari lelaki itu menginterupsi.

"Seneng gak hari ini?" Tanyanya secara tiba-tiba.

"SENENG BANGETTT!! tapi ternyata capek juga" ujar Amoora.

"Hahaha saya cuman mau ngucapin selamat akhirnya kamu jadi sarjana!" Ungkapnya.

Amoora yang mendengarnya ikut tertawa. "Selamat juga buat kamu udah bisa ngelewatin masa-masa sulit kuliah wkwkwk" 

Hari ini, banyak sekali hal bahagia yang Amoora alami. Senyum selalu terpatri di wajahnya sejak pagi sebelum berangkat ke acara kelulusan hingga sekarang yang menunjukkan waktu sudah malam, yaa walau rasa kantuknya sudah merajalela tapi ia masih tetap tersenyum karena ini hari yang selalu ia nanti kan semenjak masa ospek. Emang aneh, baru ospek udah langsung mikirin kelulusan tapi itulah yang menjadi penyemangat Amoora supaya skripsinya bisa selesai sesuai waktu yang telah ia atur.

Kalau kata Amoora jika sedang bahagia tu senyum aja terus sampe kita capek karena itu juga terasa lebih bahagia. Think this happy day is our day then it feels much better.
























Komentar

Postingan Populer