we'll be together for a long time



Sudah beberapa minggu sejak Amoora pulang dari Paris. Tapi oleh-oleh yang dibelikannya belum juga di berikan kepada Zetta dan Kaivan. Alasannya karena sepulangnya dari Paris gadis itu disibukkan dengan kerjaan yang diberikan kepadanya, jadi belum bisa bertemu dengan kedua temannya itu.

Tapi hari ini mereka telah berencana untuk bertemu, yaa bisa dibilang sudah janjian. Kali ini kami mau (kalo kata Zetta: Healing healing manjahh) tujuannya sekarang mau ke pantaiii!!

Amoora sudah siap, tinggal menunggu jemputan Kaivan saja. Selagi menunggu gadis itu tiba-tiba saja menelpon Gama.

"Gamaaaa!!" Sapa Amoora ketika panggilan telepon tersambung.

"Apaaa?? Apaa?" 

"Lahh kok ikutan ngomongnya gitu?" Protes Amoora.

"Yaa suka-suka saya dong kan yang punya mulut juga saya" ini kalau Amoora ada di dekat lelaki ini pasti tangannya otomatis sudah melayang ke arah lengan atasnya.

"DIHH! Ku matiin aja deh yaa males dengar suaramu itu" ucapku udah nahan emosi.

"Ehh ehh jangan dongg... Yaudah mau ngomong apa tadi? Kamu mau pergi yaa?" Tanyanya membuatku mengerutkan dahi, dari mana dia tahu?

"Kok tau aku mau pergi?" Tanyaku keheranan, terdengar suara tawa dari seberang telepon.

"Kamu lupa kalo Kaivan juga teman saya?" Ahh Amoora hampir melupakan hal tersebut.

"Oiya yaa hehehe" setelah aku mengucapkan kalimat itu terdengar suara klakson mobil yang kuyakini itu mobilnya Kaivan.

"Ehh Kaivannya udah datang, nanti lagi yaa byee semangat kamu kerjanya!!" Segera ku tutup panggilan telepon setelah dia mengatakan 'iya'.

Kaivan ternyata sudah menjemput Zetta sebelum menjempuku.
"Habis nelpon sama Gama pasti ya kan?" Tanya Zetta saat aku baru saja masuk ke dalam mobil.

Posisinya sekarang Kaivan sedang menyetir, Zetta duduk di samping Kaivan dan Amoora dapat di kursi penumpang bagian belakang.

"Iya, tadi ngabarin aja sih kalau gue mau pergi bareng kalian" ungkap gadis itu.

"Gitu tuh kalo udah jatuh cinta, ribet banget" celetuk Kaivan.

"Bilang aja lo iri kan? Kalau kata gue sihh mending kalian berdua jadian deh soalnya lucu bangett gitu, sifatnya 11 12 wkwkwk" keduanya  yang mendengar apa kata Amoora tadi hanya menatap sinis ke arah Amoora. Amoora ni emanglah mulutnya susah banget di filter dikit.

"Dah ah males gue ngomong sama lo" ketus Zetta.

"HAHAHAHA" tolong bawa Kaivan keluar dari sini! Jujur dia kayaknya udah gak sanggup, kentara sekali dengan mimik wajahnya.

Selama 1 jam perjalanan mereka habiskan dengan bercerita apa saja yang Amoora lakukan selama di Paris dan banyak saja cerita yang selalu mereka jadikan topik pembicaraan. Yaa begitulah kalau sudah dengan teman yang sefrekuensi pasti kalau cerita semuanya nyambung aja.

Setelah menempuh perjalanan yang cukup jauh, akhirnya mereka sampai di tempat tujuan. Di pantai ini memang tidak banyak orang yang berkunjung jadi tidak akan ada yang mengganggu mereka.

"Lo kembangin tikar ze" 

"Kalau Mora ikut gue buat ngambil makanan di mobil"
Arahan yang di berikan Kaivan langsung kami laksanakan.

Semuanya sudah tersaji di depan mata, Amoora yakin tidak lama lagi makanan yang penuh ini bakal habis dalam waktu singkat. Itu sudah menjadi kebiasaan mereka kalau lagi ngumpul pasti harus punya cemilan yang banyak karena selama mereka bercerita, seserius apapun yang dibahas tapi ngemil tetap jalan. Tapi itu yang menjadi kebiasaan yang tidak akan dilupakan kalau seandainya mereka jarang berkumpul seperti sekarang ini.

Waktu yang mereka habiskan untuk bersama emang akhir-akhir ini tidak banyak karena satu persatu dari mereka pasti akan memiliki kesibukannya masing-masing, tapi percayalah di dalam hati terdalam mereka, mereka selalu ingin kembali ke masa-masa dimana mereka dulu hampir setiap hari menghabiskan waktu bersama, kemanapun Mora pergi pasti Zetta dan Kaivan terus ngintilin, berlaku juga sebaliknya.

Tapi begitulah hidup, semua yang dilewati pasti gak ada yang mulus. Ada waktunya dimana kita yang sering bersama pasti seiring berjalannya waktu kita akan berada di titik dimana hubungan kita akan merenggang karena kesibukan dari masing-masing pihak. Tetapi intinya ketika kita merasa berada di titik itu teruslah mencoba untuk selalu berkomunikasi, karena komunikasi kunci dari segalanya. 

"Nanti kalau kita udah tua kita bakal ngerasain ngumpul gini lagi gak ya?" Tanya Zetta secara tiba-tiba.

"Pokoknya sampai tua pun kita harus ketemuan sih ntar jangan lupa bawa cucunya jadi nanti kita buat nama perkumpulannya 'perkumpulan lansia sayang balita' ihh pasti lucu" Celetukan asal dari Kaivan membuat Amoora tertawa kencang banget, rasanya telinga Zetta sama Kaivan bakal bermasalah gara-gara Amoora.

"Tapi serius, kalau misalnya kalian nikah jangan lupa undang gue yaa soalnya gue pengen lihat Zetta pakai gaun pasti cantik terus Kaivan pake jas gitu.. ihh gak kebayang sih gue gimana cantik gantengnya kalian" tutur Amoora panjang lebar.

Zetta dan Kaivan yang mendengarnya ikut tersenyum membayangkan bagaimana bentuk mereka nanti ketika menikah, itu pasti sangat menakjubkan.

Dirasa suasana sudah agak sedikit sedih jadi mereka memutuskan untuk berjalan-jalan di bibir pantai sambil bermain air. 

"Ze..." Panggil Amoora pelan.

Zetta yang mendengar namanya dipanggil pun menoleh ke arah sumber suara.

"Makasih.."ucap Amoora yang masih terdengar oleh Zetta.

"Buat apa Ra? Makasih buat apa?" Tanya Zetta kebingungan.

"Makasih buat semuanya, dari lo nolongin gue dulu pas masa mpls SMA terus juga lo mau berteman sama gue sampai detik ini sampai-sampai lo bisa mengubah presepsi gue tentang pertemanan. Makasih banyak..." Ungkap Amoora dengan tangis yang berusaha ia tahan mati-matian.

"Ra...gue juga berterima kasih sama lo karena lo ternyata masih mau berteman sama gue sampai sekarang padahal sifat gue mungkin ada yang sedikit berlebihan terhadap lo" timpal Zetta.

Kaivan yang tidak merasakan kehadiran teman-temannya di dekat dia pun menoleh ke arah belakang, Kaivan kaget melihat Amoora yang nangis di pelukan Zetta. Kaivan langsung berlari menghampiri keduanya dengan keadaan panik ia bertanya.

"HEH! Lo kenapa ra?!??! Lo juga kenapa Ze??! Kok pada mewek semua ini??" Kaivan bingung kok mereka berdua nangis? Emang ada yang menyedihkan? Pertanyaan-pertanyaan masih berputar di dalam kepalanya ketika kedua temannya itu malah memeluknya.

"LOHH?!?!! Ini kenapa pada meluk gue?!! Heh coba cerita ini kenapa kok pada nangis?" Tanya Kaivan khawatir karena tangisan keduanya semakin mengeras kan Kaivan jadi bingung:(.

"Oke oke tenang duluu nanti baru cerita yaa..."ucap Kaivan lembut.

Setelah keduanya tenang Kaivan kembali bertanya apa alasan mereka menangis. Yang mendengar cuman bisa cengengesan gak jelas. Kaivan yang merasa pertanyaannya yang tidak akan dijawab pun memutuskan untuk meninggalkan kedua temannya itu.

Melihat Kaivan yang sepertinya kesal membuat keduanya tergelak kemudian berlari mengejar langkah Kaivan yang sudah lumayan jauh. Kaivan yang menyadari kedua temannya mengejar pun berusaha menghindar dengan cara berlari dengan kecepatan tinggi, yang mengejar malah tertawa kencang melihat muka paniknya Kaivan, udah kayak dikejar hantu aja.

Kaivan tergelak melihat muka cemongnya Zetta karena tadi pas lagi lari Zetta sempat tersungkur yang membuat mukanya cemong mengundang gelak tawa yang melihatnya.

Amoora yang melihat kedua temannya tergelak itu ikut tersenyum, ia pasti akan merindukan kejadian seperti ini. Ia ambil kamera yang dia bawa dari rumah maka gadis itu foto muka-muka bahagia kedua temannya dan juga birunya laut yang menjadi saksi bisu kebahagiaan, kesedihan yang dirasakan oleh ketiganya. 

Pantai emang menjadi penenang ketika kita merasakan kesedihan tetapi friends are still the best medicine in calming yourself down.
We promise to be together for a long time 

























Komentar

Posting Komentar

Postingan Populer